Ads.

Pages

Wednesday, September 28, 2011

Cash is The King....

CUACA di pasar keuangan lagi tidak bersahabat. Pasar saham dan mata uang tengah terkena badai utang Uni Eropa. Imbasnya rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertumbangan.

Gejala kekacauan ekonomi sebenarnya sudah tercium pelaku pasar sejak lama. Pasar bursa Eropa dan Amerika sangat labil akibat buntut krisis utang yang dialami oleh Uni Eropa dan belum pulihnya ekonomi Amerika sejak krisis 2007.  Negara Prancis, yang tergabung dalam G20 pun telah menyatakan akan mengatasi masalah tersebut. Tetapi hingga saat ini masih sebatas wacana dan belum sampai pada praktik menuntaskan permasalahan ekonomi.

Sentimen ini menjadi ancaman menakutkan bagi pelaku pasar juga banyak negara. Buktinya, Pemerintah Indonesia pun telah menangkap sinyal ini. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) langsung menggelar rapat terbatas bidang ekonomi. "Kita harus bersiap diri karena bisa jadi kedalaman dan keluasan dari krisis perekonomian global kali ini bisa lebih besar dibandingkan tiga tahun lalu," ujar SBY, saat membuka rapat di kantornya, Jumat, 23 September.

Bukti ketakutan lainnya adalah kejatuhan IHSG dan rupiah. IHSG pada Kamis 22 September ditutup melemah tajam 328,351 poin (8,89 persen) ke level 3.369,143. Penurunan indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) bahkan tercatat sebagai yang paling parah di Asia. Investor asing melakukan penjualan bersih sebesar Rp825,965 miliar.

Gejala itu merupakan bentuk nyata sikap pelaku pasar dalam menghadapi situasi. Mereka mengamankan portofolionya, dan membutuhkan uang di tengah minimnya ketersediaan uang tunai.

Tapi sebagai pelaku pasar ada baiknya untuk tetap tenang dan tidak latah terhadap cuaca ekonomi di belahan benua lain. Secara fundamental ekonomi di negeri ini masih baik. Ekonomi Indonesia masih positif, inflasi masih dalam arena pergerakan yang aman. Perdagangan dalam negeri pun masih bisa diandalkan menjadi tameng keamanan ekonomi. 

Dalam menghadapi karut marut pasar, pelaku pasar harus tidak panik. Jangan sampai cash is the king menguasai kebijakan portofolio Anda.

No comments:

Post a Comment