Ads.

Pages

Sunday, September 25, 2011

Review : Mau jadi Desainer Interior ngga perlu capek sekolah...part 01

by Ariearmend

Kemarin sempet saya baca kalau untuk menjadi seorang  mahasiswa desain di kampus tempat saya dulu biaya masuknya biasa sampai Rp. 150 juta… wihhh, jumlah yang tidak sedikit buat sebagian besar masyarakat Indonesia..

Nah, disini saya cuma mau sedikit mengulas tentang profesi desainer interior dan bagaimana kalau nanti seorang desainer interior lulus dan kemudian bekerja. Dan buat saya, bila Anda memiliki sejumlah uang seperti yang disebutkan diatas, dan Anda memang benar-benar suka akan dunia interior desain, disini saya akan coba memberikan sedikit panduan
bagaimana menjadi seorang desainer interior tanpa harus capek-capek kuliah, dan sakit typus setiap ada pengumpulan tugas.. atau setidaknya bila Anda tidak mengalami itu semua sekali pun ketika Anda kuliah, Anda tidak perlu harus mengeluarkan uang yang sangat banyak untuk masuk dan belajar menjadi seorang desainer interior.

Tulisan ini ditulis untuk semua calon mahasiswa baru, tante-tante yang berbakat serta kaum lelaki lembut yang senang akan bidang ini.. selain semua lelaki yang terpaksa dan terlanjur menjadi seorang desainer interior...

Suka dan Duka
Menjadi seorang desainer, pada intinya harus suka atau minimal selalu memperhatikan sesuatu yang indah, bagus, sempurna, sesuatu yang detail dan bermain-main dengan warna. Semakin “ceria’ jiwa seseorang yang tertarik akan dunia desain, akan semakin beragam desain yang dihasilkannya. Kesenangan akan memberikan hasil yang maksimal terhadap sebuah karya desain dibandingkan dengan bila desain tersebut dilandasi dengan factor lain. Seperti uang contohnya.

Loh kok uang.. memang apa hubungannya uang dengan desain? Banyak sekali, saat ini banyak sekali desain yang dilandasi dengan uang, dan desainer yang mendesain karena uang. Dan bukan karena mereka suka, atau cinta untuk berkarya. Karena tidak biasa dipungkiri, uang sudah menjadi landasan berfikir dan bergeraknya sebuah roda perekonomian. 

Dan nanti ketika seorang mahasiswa desain lulus dan mencari kerja, uang adalah salah satu yang menjadi prioritas utamanya. Atau minimal dari lima daftar urut, uang adalah salah satunya. Dan penulis pun saat ini menulis buku ini juga terinspirasi dari mahalnya uang masuk tempat kuliahnya dulu kuliah.

Jadi rasa suka akan sesuatu akan membuat siapapun dapat menciptakan karya yang terbaik, dan berusaha untuk membuatnya maksimal.  Pertanyaan umum yang selalu didapat penulis ketika sedang ngobrol-ngobrol santai dengan calon mahasiswa baru untuk jurusan desain adalah, saya suka desain kak, tapi gambar saya jelek.  Atau gimana yah supaya gambar saya jadi bagus, soalnya saya suka sekali mendesain ini atau anu dan seterusnya. Mungkin pernyataan ini tidak selalu datang dari teman-teman kita yang mencoba menjadi seorang mahasiswa desain, mungkin dari Anda yang mungkin sudah lulus dari kuliah jurusan bukan desain tapi tertarik untuk menjadi desainer atau mencoba bidang desain, atau tante-tante yang sangat luas pergaulan sosialnya, dan melirik desain interior adalah “lahan” garapan baru untuk digarap. 

Setelah bidang-bidang lain telah dijelajahi. Atau dari teman-teman yang sudah terlanjur menjadi mahasiswa desain, tapi selalu takut kalau harus harus mengumpulkan tugas dan selalu merasa minder dengan karya teman-teman satu angkatannya karena selalu merasa gambar yang dihasilkan tidak sebagus teman sebelah, atau dibanding dengan si anu, dsb.

Sebelum kita jauh membahas masalah ini, ada baiknya kita kembali ke pokok pembahasan untuk bab 1 ini, seorang desainer harus suka memperhatikan sesuatu yang indah, bagus, detail, dan bermain dengan warna. Maksudnya disini apa, kenapa seorang desainer harus seperti itu? Pengaruhnya apa? Memangnya perlu? Dan apa perlunya? Ini pertanyaan yang mungkin akan Anda ajukan. Kenapa?

Begini, kalau nanti Anda memutuskan untuk menjadi seorang desainer, semua itu tadi akan menjadi santapan Anda setiap hari, setiap detik, dan setiap tarikan nafas dalam hidup Anda. Terkecuali Anda menjadi desainer uang. Yang berkarya karena uang, mungkin hal-hal sepele seperti ini tidak akan “mengganggu” keseharian Anda. Karena uang adalah tujuannya, jadi selama karya yang dihasilkannya menghasilkan uang, desainer tersebut tidak akan perduli.

Jadi, mulai dari sekarang latih diri Anda untuk melihat-lihat sesuatu yang bagus, indah, detail. Banyak membeli atau membaca majalah dan buku adalah salah satu jalan singkat untuk memenuhi kebutuhan itu semua. Memperhatikan karya-karya desain yang ada, dan selalu latih diri anda untuk melihat “hati” dalam setiap sisi karya desain yang telah dihasilkan oleh desainer lain. Semakin terlatih “mata desainer” Anda, Anda akan dapat membedakan karya desain yang bagus, dengan karya desain yang dibuat karena faktor uang.

Nah, disinilah saatnya untuk menjadi desainer anda tidak perlu capek-capek kuliah, dan tidak perlu mengeluarkan uang banyak yang nantinya malah menjadi percuma. Terkecuali Anda memang sangat membutuhkan gelar, dan tanpa gelar tersebut bisnis Anda bisa mati karenanya. Atau Anda butuh gelar tersebut untuk menopang gengsi dibandingkan kesenangan Anda akan dunia desain. Yah, kalau ini permasalahannya, saya terus terang tidak bisa membantu. Tapi kalau Anda ingin menjadi desainer dan tidak ingin capek-capek sekolah dan karena menjadi seorang desainer  adalah panggilan hati Anda, kita bisa ngobrol-ngobrol dengan tulisan yang sedang Anda baca ini. 

Dan kenapa dan bagaimana Anda bisa menjadi seorang desainer tanpa perlu capek-capek kuliah. Sepertinya kalau Anda lihat, atau Anda baca dibuku-buku desain, sepertinya menjadi seorang desainer memerlukan pengetahuan tentang desain yang tidak sedikit, belum lagi tentang pengetahuan teknis, kemudian Anda melihat diri Anda juga tidak jago sekali dalam hal menggambar atau mempergunakan computer software desain yang sangat beragam dan banyak sekali itu.

Mungkin Anda pernah mendengar program computer desain yang namanya ket apaa gitu, hmmm otoket..? yup Auto Cad, software desain ini banyak dipakai oleh mereka yang berprofesi sebagai desainer, hmm, trus potosop..hmm yup, Adobe Photoshop.. ini juga salah satunya, prihen… iya betul, ini juga..dan kalau tidak salah Freehand sudah dibeli oleh Adobe, jadi sekarang Freehand generasi terbaru sudah tidak aka nada lagi jadi yang akan muncul mungkin Adobe Illustrator. Atau Adobe Indesign. Kemudian ada juga CorelDraw.. Google SketchUp, AutoDesk 3D Studio Max dan seterusnya. Hmm iya sih, semua program computer yang tadi disebutkan diatas, penulis pelajari banyaknya ketika penulis kuliah. 

Tapi masalahnya, bukan didalam program kuliah. Semua pendukung tadi, penulis pelajari ketika sedang main ketempat teman, atau ketika bertukar informasi ketika sedang mengerjakan jaman dulu istilahnya “proyek sampingan” ketika sedang menyambi atau mencari dana tambahan kuliah dengan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan baik yang berhubungan dengan dunia desain atau pun hanya sekedar membantu teman dilingkungan kampus.

Pertanyaan Anda mungkin sekarang, “kalau saya tidak kuliah apa bisa saya mempelajari itu semua?” Dan jawaban saya kepada Anda adalah, “Anda tidak perlu belajar itu semua..”
Loh, kalow saya tidak belajar program computer tadi, apa bisa saya menjadi seorang desainer? Dan dengan sangat yakin, saya akan menjawab “bisa..! asalkan Anda juga yakin kalau Anda juga bisa..”

Loh, maksudnya..? begini, dalam dunia desain Anda harus dapat membedakan antara seorang desainer dengan seorang eksekutor, atau pelaksana desain. Atau kadang sering disebut asisten desainer, atau kadang art director, atau kadang interior designer dan seterusnya. 

Desainer yang saya maksudkan disini adalah, Anda yang memiliki control akan ide dan bagaimana ide tersebut dapat di implementasikan atau dilaksanakan. Dan sisanya Anda dapat meminta bantuan kepada mereka-mereka yang memang belajar mati-matian untuk itu. Anda tidak perlu kuliah mati-matian kemudian hanya menjadi seorang eksekutor bukan? Anda ingin menjadi seorang desainer, yang karya-karya nya ditampilkan sejajar dengan karya-karya desainer terkenal lainnya. 

Nah untuk itu ada baiknya Anda mulai menata lembar-lembar halaman untuk menjadi seorang desainer yang baik. Karena meskipun Anda tidak kuliah, tapi tetap Anda perlu untuk belajar. Akan tetapi belajar yang menyenangkan dan lebih banyak manfaatnya dengan keperluan Anda untuk menjadi seorang desainer yang baik. Saya tidak bilang kalau kuliah tidak menyenangkan, dan tidak baik. Akan tetapi banyak sekali hal-hal yang harus Anda pelajari ketika Anda kuliah, yang akhirnya malah mengganggu “fokus” Anda untuk menjadi seorang desainer.

Ketika mata pelajaran yang kadang tidak ada kepentingan langsung, meminta jatah konsentrasi Anda dan kebetulan Anda sedang dalam posisi jenuh, yang akhirnya membuat kesenangan Anda akan dunia desain sedikit berkurang, karena beberapa hal tidak penting tadi. Seperti pelajaran Bela Bangsa atau PMP, ketika jaman SMA/SMU dulu.. apa hubungan langsungnya dengan Anda menjadi seorang desainer. Tapi kadang mata pelajaran ini meminta tugas-tugas yang kadang mengikat dan menjemukan. Anda tidak bisa PASS, karena ini masuk kedalam kurikulum, yang artinya apa bila Anda tidak lulus Anda harus mengulang, dan bila Anda terus menerus tidak lulus dari mata kuliah ini Anda bisa di D.O atau drop out dari mata kuliah ini, dan Anda gagal menjadi seorang desainer..HAH..! ya, Anda bisa gagal untuk mata pelajaran yang tidak ada hubungannya ini, lucu yah..

Jadi proses belajar yang sekarang Anda jalani, lebih langsung ke pokok permasalahan. Menyalurkan hasrat Anda yang menggebu akan desain langsung kepermasalahannya, tanpa ada interupsi yang dirasa tidak perlu. Dan pengembangannya pun langsung dari kondisi yang ada.

Mulai banyak membeli buku, majalah serta surfing di internet tentang hal-hal desain. Tambah terus pengetahuan Anda melalui media-media ini. Selain itu apabila Anda memiliki waktu lebih dan kebetulan sedang acara-acara yang berhubungan dengan desain dan pameran desain, sempatkan waktu untuk menghadiri acara-acara tersebut. Dan bila acara tersebut kebetulan diadakan diluar negeri, kalau memungkinkan dan Anda memiliki dana untuk pergi kesana, saya sarankan untuk datang dan melihat langsung. Menghadiri acara-acara seperti ini dapat meningkatkan  pengetahuan Anda, dan meng upgrade sense of designing Anda.

Masuk dan ikut serta dalam setiap organisasi yang berhubungan dengan dunia ini akan semakin memperluas wawasan Anda, meski secara langsung kadang hal ini tidak terlalu relevan. Akan tetapi cukup banyak membantu.

Perluas pergaulan Anda disetiap golongan dan lapisan masyarakat. Dan fokuskan pergaulan Anda, tidak hanya pada kalangan tertentu saja. Akan tetapi untuk alasan branding usahakan banyak bergaul dilapisan atas masyarakat. Karena Apresiasi dan kebutuhan terbesar akan jasa Anda lebih banyak di area ini. Dengan kondisi Jakarta secara khusus dan Indonesia secara umum, desain bukan kebutuhan utama lapisan masyarakat menengah dan bawah. Bukan saya menyebutkan Anda tidak perlu menjadi seorang idealis, tapi Anda pun tetap perlu cash flow yang menarik untuk membuat Anda menjadi seorang desainer. Dan terkadang dari mereka yang mengaku lapisan atas pun akan berusaha untuk membayar semurah-murahnya untuk karya yang telah Anda buat sebaik-baiknya. 

Well, ini lah bisnis didunia desain. Tidak jauh berbeda dengan bidang lain, hanya saja saat ini kita berbicara dari konteks desain. Dan apa hubungannya bisnis didunia desain dengan Anda menjadi seorang desainer interior?  Karena seorang desainer interior untuk menjadi terkenal dan dapat menyalurkan hobinya dalam mendesain harus mendesain sesuatu bukan? 

Dan hal tersebut tidak mungkin dengan hanya mendesain rumah Anda sendiri. Okelah dengan rumah, kantor atau apapun yang berhubungan desain interior milik kenalan atau famili Anda, akan tetapi hal tersebut berapa banyak? Dan berapa lama? Setelah Anda merasa pengetahuan Anda sudah mencukupi, ada baiknya Anda mulai menggeluti dunia bisnisnya juga. Anggap saja hobi yang menghasilkan uang dengan pengelolaan yang benar. Bukan menjadi sesuatu hal yang mustahil hal ini bisa menjadi pemasukan yang tidak sedikit untuk Anda nantinya, dan diiringi dengan hobi dan kesukaan Anda ketika menjalaninya, semuanya akan menjadi lebih mudah.


9 comments:

  1. waah terima kasih artikelnya.
    saya kuliah di akuntansi, padahal saya rasa passion saya adalah desain. saya suka membuat denah rumah dan ide idenya datang begitu saja, dan melihat blog-blog desain interior. semoga saya bisa belajar sendiri dan sukses nantinya. aminn =D

    ReplyDelete
    Replies
    1. waah saya telat buka blog ini...sy pikir tdnya gak mungkin tanpa belajar software desain bs jd desainer, eh ternyata bisa juga yaa...
      oiaa sy sama persis dgn anda mas Ara, sy jg kuliah jurusan akuntansi, skrg sdg menyusun skripsi, sy msh bingung setelah lulus nanti mau kerja jadi banker atau auditor, tp passion sy jg di desain dari kecil sy senang menggambar dan ide2 unik ttg desain sering bermunculan tiba2..sy bingung mau melampiaskannya kemana...semoga setelah sy lulus nanti sy bs menjadi seorang desainer sukses dari hati...amin...

      Delete
    2. saya juga dari jurusan akuntansi smster 7 dan lagi tertarik"nya sama desain seperti bikin vector art, belajar" bikin quote dgn desain retro/vintage dengan photoshop. dan juga msh bingung setelah lulus mau kerja sebagai apa. sebagai accounting kah atau menjadi wirausahawan yg berhubungan dgn desain >.<

      Delete
  2. well gan, saya mau curhat sedikit nih... skrg ini saya lagi kuliah di salah satu university suasta di bandung, saya masih semester I .tapi karena biaya masuk & semester yang bisa dibilang "Mahal" jujur saya nyesel udah milih kuliah apalagi 2 semester awal saya harus bergaul dulu sama apa yg namanya TPB. tapi saya sangat tertarik di dunia desain interior, skrg saya mau memutuskan bahwa saya mau berhenti kuliah. dari pada keburu bayar semester 2 yg mahal lagian karena ada TPB itu saya jadi ga niat sama sekali buat kuliah, kuliah saya udah ga bener. nah jadi inti masalahnya itu apa bisa saya belajar desain interior dan menjadi desain interior yg profesional tanpa kuliah ?

    ReplyDelete
  3. halo halo.. :) sorry baru bisa bales..
    intinya jadi desainer interior kalau ada niat, selalu ada jalan.. asal, beberapa kriteria pokok untuk profesi ini dapat temen2 penuhi..

    1. bisa baca gambar kerja, dan ngerti gambar kerja..(untuk urusan ini, kalian bisa cari tau lewat google atau les privat) kalian bisa pilih mana yg paling nyaman buat kalian, dan biayanya tentu lebih murah dan cepat dibanding kalau mesti kuliah bertahun2..

    2 bisa komputer aplikasi pendukung, seperti AutoCad, SketchUp, 3DMax, Vray, CorelDraw, PhotoShop, Ilustrator (ini yg lumayan penting) sisanya bisa jd tambahan..untuk belajar, kalian bisa belajar lewat youtube, atau lembaga2 kursus..(tinggal pilih kalian mau belajar yg nyaman dimana..??)

    3.banyak membaca dan melihat literatur design.. bisa lewat internet, atau majalah2..(ini juga bisa milih enaknya yg mana? kalau ada dana lebih, bisa beli majalah2 dari luar..)

    4.tentukan, kalian mau jd desiner interior seperti apa, soalnya designer interior itu luas sekali, sama seperti arsitek, interior design banyak cabang2nya.. dan kalau bisa langsung cari tau banyak tentang itu..(bisa lewat berbagai media)

    5.designer itu tergantung sekali dengan klien (kalau kerjanya klien base) tapi kalau orang tua atau keluarga temen2 tergolong mampu, kalian bisa bikin usaha sendiri, setelah semua fungsi dasar tersebut kalian penuhi.. karena bekerja dibidang ini ngga melulu ijasah.. yg penting kalian bisa, dan taste designnya bagus..

    kira2 seperti itu.. mudah2an membantu.. wasalah

    ReplyDelete
  4. saya mahasiswi jurusan interior dan sedang mengerjakan TA, saya belum menguasai software2 yg menunjang interior. terkadang itu menghambat saya juga saya tidak percaya diri dengan karya saya. jd saya suka minder, soalnya banyak sekali yang oke oke. kira kira saya harus bagaimana ya.. tolong pencerahannya agar saya tidak down hehehe

    ReplyDelete
  5. wah bagus ini,, gaya penulisan seperti bercengkrama, ntah darimana penulis beljar, ksimpulan simple terlahir karna proses latihan dan pengalaman, berkerja karna suka, bukan karna uang. jadi problema setiap orang, bahlan bangsa ini.

    ReplyDelete
  6. hahaha.. darimana anda bisa jadi interior designer kalau tidak sekolah dulu? apa yang membedakan anda dengan seseorang yang telah menyelesaikan masa kuliah di universitas desain interior?

    yang pertama seseorang yang berkuliah dan telah melaksanakan TA di universitanya tsb, ia sudah menjalani berbagai skill yang telah di uji secara akademis dan di akui lulus ke tahap mata kuliah berikutnya.

    sdangkan desainer abal-abal tidak perlu akademis mereka sebenarnya mencari uang karena melihat peluang di sekitarnya yang sedang ada mega proyek seperti pembangunan office building, apartement, condotel, etc. itu juga palingan jadi quality material atau lainya yang kerjaannya ngecek material bahan yang udah dibeli trus di kirim deh ke proyek.. ya kalau sebatas itu sih masih bisa di tolerir..

    soo, tanpa anda kuliah. jgn harap di akui sebagai desainer yang berkualitas dan jgn harap jadi project manager yang bisanya jadi eksekutor atau konseptor.. atasanya aja ga tau teorinya dan praktek kinerjanya, masa mau nyuruh" bawahan yg mesti mikir dan ngebuat desain.. (haha)

    ReplyDelete